<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Welcome to my another toy...</title>
	<atom:link href="http://bagusmahadityo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bagusmahadityo.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Dec 2008 14:08:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bagusmahadityo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Welcome to my another toy...</title>
		<link>http://bagusmahadityo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bagusmahadityo.wordpress.com/osd.xml" title="Welcome to my another toy..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://bagusmahadityo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>WIMAX</title>
		<link>http://bagusmahadityo.wordpress.com/2008/12/02/wimax/</link>
		<comments>http://bagusmahadityo.wordpress.com/2008/12/02/wimax/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 14:55:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bagusmahadityo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial sharing]]></category>
		<category><![CDATA[wi-fi]]></category>
		<category><![CDATA[wimax]]></category>
		<category><![CDATA[wireless]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bagusmahadityo.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[WIMAX WiMAX yang merupakan kependekan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access adalah semacam standar industri yang bertugas menginterkoneksikan berbagai standar teknis yang bersifat global menjadi satu kesatuan. Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI HiperLAN yang merupakan standar teknis yang cocok untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bagusmahadityo.wordpress.com&amp;blog=2327568&amp;post=20&amp;subd=bagusmahadityo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;">WIMAX</span></h1>
<p style="text-align:justify;">WiMAX yang merupakan kependekan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access adalah semacam standar industri yang bertugas menginterkoneksikan berbagai standar teknis yang bersifat global menjadi satu kesatuan. Yang membedakan  WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI HiperLAN yang merupakan standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN.<br />
Standar keluaran IEEE banyak digunakan secara luas di daerah asalnya, yaitu Amerika, sedangkan standar keluaran ETSI merupakan standar yang meluas penggunaannya di daerah Eropa dan sekitarnya. Untuk membuat teknologi ini dapat digunakan secara global, maka dari itu diciptakanlah WiMAX.<br />
Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau BWA. Jadi di masa mendatang, segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi BWA mungkin saja akan diberi semacam sertifikat WiMAX seperti halnya Wi-Fi untuk perangkat wireless LAN.<br />
Standar industri WiMAX dibentuk oleh gabungan industri-industri perangkat wireless dan chip-chip komputer dari seluruh dunia. Para perusahaan besar ini tergabung dalam sebuah forum kerja yang merumuskan standar interkoneksi antarteknologi BWA yang mereka miliki pada produk-produknya. Forum ini didirikan pada bulan April 2002 dengan beranggotakan, di antaranya adalah Alvarion, Intel, Nextel, AT&amp;T Wireless, Fujitsu, China Motion Telecom, Nokia, Aperto Networks, OFDM Forum, Airspan, dan banyak lagi. Selanjutnya terbentuklah WiMAX dari hasil kerja mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak keuntungan yang didapatkan dari terciptanya standardisasi industri ini. Keuntungan tidak hanya dirasakan para pembuat perangkat, tetapi para produsen mikroelektonik, para operator telekomunikasi, dan sampai ke pengguna pun akan merasakannya. Para produsen mikroelektronik mendapatkan sebuah lahan baru untuk digarap dengan membuat chip-chip yang lebih general yang dapat dipakai oleh banyak produsen perangkat wireless untuk membuat perangkat BWA-nya. Para produsen perangkat wireless tidak perlu men-develop solusi end-to-end bagi penggunanya karena sudah tersedia standar yang jelas, hanya tinggal menggunakan perangkat yang mereka buat untuk kepentingan umum saja.<br />
Para operator telekomunikasi dapat menghemat investasi perangkat, karena kemampuan WiMAX yang dapat melayani pelanggannya dengan area yang lebih luas dan tingkat kompatibilitas yang lebih tinggi. Selain itu, pasarnya juga lebih meluas karena WiMAX dapat mengisi “celah broadband” yang selama ini tidak dapat terjangkau oleh  teknologi Cable dan DSL.<br />
Dan bagi para pengguna akhir, mereka mendapatkan banyak pilihan dalam ber-Internet. WiMAX merupakan salah satu teknologi yang dapat memudahkan mereka mendapatkan koneksi Internet yang berkualitas. Kemampuan yang ditawarkan oleh teknologi WiMAX juga akan memudahkan para pengguna ini melakukan aktivitas. Selain itu, media wireless selama ini sudah terkenal sebagai media yang paling ekonomis dalam mendapatkan koneksi Internet, tentu hal ini merupakan hal yang paling menyenangkan para penggunanya.<br />
Seperti telah dijelaskan di atas, berbagai keuntungan baru bisa didapatkan dari teknologi WiMAX ini. Secara teknis, teknologi WiMAX memang memiliki banyak sekali fitur yang selama ini belum ada pada teknologi Wi-Fi dengan standarnya IEEE 802.11. Dengan menggunakan standar IEEE 802.16 digabungkan dengan ETSI HiperMAN, WiMAX dapat melayani pasar yang lebih luas.<br />
Dari segi area coverage-nya saja yang sejauh 50 km maksimal, WiMAX sudah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi keberadaan wireless MAN. Ditambah  lagi kemampuannya menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi dalam jarak jauh tersebut tentu akan menutup semua celah broadband yang ada saat ini. Dari segi kondisi saat proses komunikasinya, teknologi WiMAX dapat melayani para subscriber, baik yang berada dalam posisi Line Of Sight (posisi di mana perangkat-perangkat yang ingin berkomunikasi masih berada dalam jarak pandang yang lurus dan bebas dari penghalang apapun di depannya) dengan BTS maupun yang tidak memungkinkan untuk itu (Non-Line Of Sight). Berbagai macam teknik tinggi untuk memungkinkan kemampuan tersebut, ditambahkan ke dalam standar ini. Jadi di manapun para penggunanya berada, selama masih masuk dalam area coverage sebuah BTS, mereka mungkin masih dapat menikmati koneksi yang dihantarkan oleh BTS tersebut.<br />
Selain itu, WiMAX memang dirancang untuk dapat melayani baik para pengguna yang memakai antena tetap (fixed wireless) maupun untuk yang sering berpindah-pindah tempat. WiMAX tidak hanya dapat melayani para pengguna dengan antena tetap seperti misalnya di gedung-gedung perkantoran, rumah tinggal, toko-toko, dan sebagainya. Bagi para pengguna antena indoor, notebook, PDA, PC yang sering berpindah tempat, dan banyak lagi perangkat mobile lainnya yang memang telah kompatibel dengan standar-standar yang dimiliki WiMAX, mereka juga bisa merasakan nikmatnya ber-Internet broadband lewat media ini.<br />
Tidak hanya itu saja, perangkat-perangkat WiMAX juga diklaim memiliki fitur ukuran kanal yang bersifat fleksibel, sehingga sebuah BTS dapat melayani lebih banyak pengguna dengan range frekuensi spektrum yang berbeda-beda. Dengan ukuran kanal spektrum yang dapat bervariasi ini, sebuah perangkat BTS dapat lebih fleksibel melayani penguna. Range spektrum frekuensi dari teknologi ini tergolong lebar, dengan didukung oleh pengaturan ukuran kanal yang fleksibel, maka para pengguna tetap dapat terkoneksi dengan BTS selama mereka berada dalam range frekuensi operasi dari BTS.<br />
Fasilitas Quality of Service (QoS) juga mampu diberikan oleh teknologi WiMAX ini. Sistem kerja MAC-nya (Media Access Control yang ada pada Data Link Layer) yang connection oriented, memungkinkan untuk penggunanya melakukan komunikasi berbentuk video dan suara. Selain itu, para service provider juga dapat membuat berbagai macam produk untuk mereka jual dari adanya fasilitas ini, seperti membedakan kualitas servis antara pengguna rumahan dengan pengguna tingkat perusahaan, membuat tingkat bandwidth yang bervariasi, fasilitas-fasilitas tambahan, dan banyak lagi.<br />
Standar 802.16 yang juga merupakan keluaran organisasi IEEE, sama seperti 802.11, adalah standar yang dibuat khusus untuk mengatur komunikasi lewat media wireless. Namun yang membedakannya, standar ini memiliki tingkat kecepatan transfer data yang  lebih tinggi dengan jarak yang lebih jauh, sehingga kualitas layanan dengan menggunakan sistem komunikasi ini dapat digolongkan ke dalam kelas broadband.<br />
Maka itu, tidak heran jika standar ini juga sering disebut dengan julukan “Air interface for fixed broadband wireless Access System” atau interface udara untuk koneksi broadband. Standar wireless ini (atau standar keluaran IEEE lainnya) pada umumnya lebih banyak diterapkan di daerah Amerika.<br />
Sebenarnya standardisasi 802.16 ini lebih banyak berkutat seputar pernak-pernik teknis dari layer Physical dan layer Datalink (MAC) dari sistem komunikasi BWA ini. Versi awal dari standar 802.16 dikeluarkan oleh IEEE pada tahun 2002. Pada versi awal ini perangkat 802.16 beroperasi dalam lebar frekuensi 10 sampai 66 GHz dengan kondisi jalur komunikasi antarperangkatnya yang diharuskan berada dalam keadaan Line Of Sight (LOS). Bandwidth yang dapat diberikan oleh teknologi ini untuk para penggunanya kurang lebih sebesar 32 sampai 134 Mbps dalam area coverage maksimal 5 km. Kapasitasnya pun diklaim mampu menampung hingga ratusan pengguna per satu BTS. Dengan kemampuan seperti itu, teknologi perangkat yang menggunakan standar 802.16 memang cocok digunakan sebagai penyedia koneksi broadband melalui media wireless.<br />
Beberapa varian juga ada pada standar 802.16 ini. Varian-varian ini dibuat dengan tujuan mendongkrak kemampuan dan performa dari teknologi BWA menjadi lebih hebat dan dapat meluas penggunaannya. Untuk mendongkrak performa, jangkauan, dan juga daya jualnya, standar 802.16 ini direvisi dan diperbaiki dengan disertai beberapa perubahan, maka jadilah standar 802.16a. Standar teknis 802.16a inilah yang akan banyak digunakan oleh perangkat-perangkat dengan sertifikasi WiMAX.<br />
Selain 802.16a varian-varian lainnya adalah 802.16b yang banyak menekankan segala keperluan dan permasalahan dengan Quality of Service, 802.16c yang banyak berbicara seputar interoperability dengan protokol-protokol lain, 802.16d yang merupakan versi revisi dari 802.16c karena hanya menambahkan apa yang kurang pada standar tersebut sekaligus merupakan standar yang akan digunakan untuk membuat access point, dan yang terbaru adalah 802.16e yang akan banyak berkutat dengan masalah mobilitas pada saat penggunaan teknologi ini.<br />
Karena standar ini merupakan standar yang banyak digunakan di dalam standar industri WiMAX, maka standar ini akan dibahas lebih lanjut. Perubahan yang cukup signifikan pada standar 802.16 untuk membentuk varian yang satu ini adalah lebar frekuensi operasinya. Jika 802.16 beroperasi pada range 10 sampai 66 GHz, 802.16a menggunakan frekuensi yang lebih rendah, yaitu 2 sampai 11 GHz yang tampaknya lebih umum digunakan saat ini.<br />
Dari perbedaan yang signifikan ini, didapatkan juga hasil yang signifikan terutama pada kemampuannya mendukung komunikasi dalam kondisi LOS dan Non-LOS. Standar 802.16a sudah mendukung kondisi Non-LOS dalam membangun sebuah koneksi, sedangkan 802.16 belum. Hal ini dikarenakan semakin rendah frekuensi operasi, semakin memungkinkan komunikasi terjadi dalam kondisi Non-LOS. Tetapi dengan semakin rendahnya frekuensi operasi, konsekuensi yang didapat adalah rendahnya pula kapasitas bandwidth dari koneksi yang dibentuknya.<br />
Ukuran kanal-kanal frekuensi yang fleksibel dengan range yang lebar juga merupakan sebuah keunggulan dari 802.16a. Standar ini dapat memodifikasi frekuensi per kanalnya mulai dari 1,5 MHz hingga 20 MHz. Hal ini memungkinkan sebuah range frekuensi yang dimiliki oleh service provider digunakan sebaik dan seefisien mungkin. Selain itu, jumlah pengguna yang dapat dilayani juga lebih banyak lagi karena kefleksibelannya ini.<br />
Selain perubahan frekuensi operasi, pada layer Physical dari standar 802.16a ditambahkan tiga spesifikasi baru untuk mendukung fitur Non-LOS nya ini, yaitu single carrier PHY baru, 256 FFT OFDM PHY, dan  2048 FFT OFDM PHY. Format sinyaling OFDM dipilih dalam standar ini dimaksudkan agar teknologi ini dapat bersaing dengan kompetitor utamanya, yaitu teknologi CDMA yang juga dapat bekerja dalam sistem Non-LOS sementara tetap mempertahankan efisiensi dari penggunaan spektrumnya yang tersedia.<br />
Fitur-fitur lain yang ada pada standar 802.16a untuk menghantarkan jaringan komunikasi yang berkualitas dengan jangkauan yang luas adalah lebar kanal frekuensi yang fleksibel, burst profile yang dapat beradaptasi (fasilitas burst adalah ciri khas dari teknologi broadband),  Forwarding Error Correction (FEC), Advanced Antenna System untuk mendongkrak range, kapasitas dan kekebalan terhadap interferensi, Dynamic Frequency Selection (DFS) yang juga berfungsi untuk mengurangi interferensi, Space-Time Coding (STC) yang akan mendongkrak performa dalam area-area batas pinggir dari sinyal yang dipancarkan oleh sebuah BTS, dan banyak lagi.<br />
Selain layer Physical, standar ini juga menentukan seperangkat aturan dan teknologi baru pada layer MAC dari proses komunikasi yang akan menggunakannya. Standar ini dirancang untuk melayani pengguna dalam sistem point to multipoint. Untuk itu, perlu adanya mekanisme untuk mengatur pengaksesan media wireless ini.<br />
Maka dari  itu, standar 802.16a menggunakan sistem slot-slot yang ada dalam protokol Time Division Multiple Access. Pengalokasian slot-slot koneksi ini diatur oleh BTS untuk melayani pengguna-pengguna yang ingin terkoneksi dengannya.  Pengaturan pintar ini juga dapat memungkinkan Anda melakukan pengaturan QoS. Selain itu, layer MAC dari standar ini didesain untuk dapat membawa dan mengakomodasi segala macam protokol di atasnya seperti ATM, Ethernet, atau IP.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://img254.imageshack.us/my.php?image=wimax1xq8.jpg"><img class="aligncenter" src="http://img254.imageshack.us/img254/2503/wimax1xq8.jpg" alt="" width="337" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Gambar 1.1 Standar-standar yang ada dengan spesifikasi<br />
yang mendukung komunikasi sampai tingkat MAN<br />
disatukan dengan standar WiMAX</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://img383.imageshack.us/my.php?image=wimax2cr6.jpg"><img class="aligncenter" src="http://img383.imageshack.us/img383/8100/wimax2cr6.jpg" alt="" width="423" height="267" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Gambar 1.2 Grafik prediksi perkembangan penggunaan WiMAX<br />
di berbagai benua dari tahun ketahun</p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone" src="http://img50.imageshack.us/img50/7228/wimax3xe5.jpg" alt="" width="414" height="245" /></p>
<p style="text-align:center;">Gambar 1.3 Sebuah BTS WiMAX dapat digunakan sebagai backhaul untuk titik-titik hotspot</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Tabel 1.1 Perbedaan teknologi IEEE 802.11 dengan IEEE 802.16 [4]</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://img505.imageshack.us/my.php?image=wimax4kp4.jpg"><img class="alignnone" src="http://img505.imageshack.us/img505/8904/wimax4kp4.jpg" alt="" width="430" height="326" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Tabel 1.2 Varian-varian standar IEEE 802.16</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://img208.imageshack.us/img208/7691/wimax5ei7.jpg" alt="" width="436" height="281" /></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone" src="http://img359.imageshack.us/img359/4104/wimax6pc5.jpg" alt="" width="305" height="197" /></p>
<p style="text-align:center;">Gambar 1.4 Teknologi WiMAX memungkinkan aplikasinya yang luas untuk berbagai keperluan</p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone" src="http://img522.imageshack.us/img522/3946/wimax7us2.jpg" alt="" width="413" height="213" /><span id="more-20"></span></p>
<p style="text-align:center;">Gambar 1.5 Topologi WiMAX dalam area perkotaan dan pedesaan</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone" src="http://img408.imageshack.us/img408/5634/wimax8bh2.jpg" alt="" width="327" height="263" /></p>
<p style="text-align:center;">Gambar 2.1 Traffic yang terjadi pada WiMAX</p>
<p style="text-align:justify;">Pada Gambar 2.1 di atas laptop dan desktop personal computer (PC) berfungsi sebagai subscriber station (SS), tower antenna beserta perangkatnya sebagai base station (BS) dan swithcing center sebagai pengatur pilihan koneksi ke internet service provider (ISP).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone" src="http://img376.imageshack.us/img376/9310/wimax9mf3.jpg" alt="" width="352" height="319" /></p>
<p style="text-align:center;">Gambar 2.2 Proses authentication</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone" src="http://img87.imageshack.us/img87/269/wimaxhi4.jpg" alt="" width="481" height="253" /></p>
<p style="text-align:center;">Gambar 2.3 Implemantasi sistem keamanan pada WiMAX standar</p>
<p style="text-align:justify;">Wimax mewakili Interoperabilas Di seluruh dunia untuk Gelombang akses mikro. Wimax adalah suatu jalur lebar point-to-multipoint spesifikasi tanpa kawat dari IEEE 802.16. Tidak sama dengan LAN teknologi tanpa kawat seperti Wi-Fi ( 802.11), Wimax dirancang untuk beroperasi sebagai MANUSIA tanpa kawat (Jaringan Area Metropolitan). Wimax digunakan lebih awal sebelum MMDS dan LMDS. Frekwensi Wimax beroperasi pada 10  sampai 66 GHz. Wimax mempunyai bandwidth maksimum sebesar 75Mbps. Bandwidth ini dapat dicapai menggunakan 64QAM 3/4 modulasi. 64QAM hanya dapat digunakan di bawah kondisi-kondisi transmisi optimal. Wimax mendukung penggunaan dari suatu cakupan luas algoritma modulasi untuk memungkinkan kebanyakan bandwidth untuk direalisir di bawah semua kondisi. Wimax mempunyai suatu cakupan maksimum 31 miles dengan suatu garis arah langsung. Near-Line-Of-Sight ( NLOS) kondisi ini akan dengan serius membatasi cakupan potensi.  Sebagai tambahan, sebagian dari frekwensi yang digunakan oleh Wimax adalah tunduk kepada gangguan campur tangan dari rainfade.</p>
<p style="text-align:justify;">Spesifikasi Wimax  :<br />
Fixed/Mobile   	Fixed<br />
Circuit/Packet		Paket<br />
Bandwidth Max 	70 Mbps<br />
Cakupan 		31 miles<br />
Frekwensi		10-66Ghz, 2-11Ghz (tanpa ijin)<br />
Backbone		N/A<br />
Definer		IEEE ( Institut [dari;ttg] Insinyur Elektronik dan Elektrik)<br />
URL			http://grouper.ieee.org/groups/802/16/</p>
<p style="text-align:justify;">Wi-Fi ( 802.11) adalah suatu deretan spesifikasi untuk Ethernet tanpa kawat. 802.11 keamanan adalah suatu perhatian penting sebab 802.11 (Wi-Fi) jaringan dapat mengijinkan hampir semua akses yang masuk tidak bisa melacak ke dalam suatu jaringan. 802.11 standard digambarkan oleh IEEE (Institut dari Insinyur Elektronik dan Elektrik) pada http://grouper.ieee.org/groups/802/11/.<br />
Standard untuk Mempercepat Modulasi freknensi<br />
802.11  	2Mb 2.4GHz Phase-Shift [<br />
802.11A 	54Mb 5GHz Orthogonal Divisi Frekwensi Yang terdiri dari banyak bagian<br />
802.11b 	11Mb 2.4GHz Kode Komplementer<br />
802.11G 	54Mb 2.4GHz Orthogonal Divisi Frekwensi Yang terdiri dari banyak bagian<br />
802.11 	Saluran (Wi-Fi)</p>
<p style="text-align:justify;">Spesifikasi yang paling umum 802.11, 802.11b, menggambarkan duabelas saluran. Saluran ini menggunakan overlap frekwensi agar tidak tumpang tindih.</p>
<p style="text-align:justify;">Peralatan Wi-MAX :<br />
Features:<br />
Feature :<br />
-Multiple Unlicensed and Licensed Band (Choose the<br />
Frequency You Need!)<br />
-Data transfer rate up to 108 Mbps on Turbo mode<br />
-Work as Access Point, Station, Backhaul and Repeater<br />
-High power modules up to 700mW for long distance links<br />
50 miles or 80 Km.<br />
-Long Distance parameters and Output power regulation<br />
-High CPU power for high-speed connection<br />
-Perfect design and characteristics for Industrial outdoor use<br />
(waterproof)<br />
-Complete compatibility with any IEEE network and future<br />
Wi-Max<br />
-Advanced Network functions (IP Routing, RIP, DHCP,<br />
NAT, etc)<br />
-Bandwidth Management and QoS<br />
-Advanced Security features (64,128 and 152 bit WEP)<br />
WPA-PSK, WPA-EAP with TKIP &amp; AES Ciphers<br />
-Carrier Class Radio for extreme environment -60 to 230C</p>
<p style="text-align:justify;">Aplikasi :</p>
<p style="text-align:justify;">Spesifikasi :</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bagusmahadityo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bagusmahadityo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bagusmahadityo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bagusmahadityo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bagusmahadityo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bagusmahadityo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bagusmahadityo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bagusmahadityo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bagusmahadityo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bagusmahadityo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bagusmahadityo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bagusmahadityo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bagusmahadityo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bagusmahadityo.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bagusmahadityo.wordpress.com&amp;blog=2327568&amp;post=20&amp;subd=bagusmahadityo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bagusmahadityo.wordpress.com/2008/12/02/wimax/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/91ca04d5c0e323e52e91bb9594bb6f56?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bagusmahadityo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img254.imageshack.us/img254/2503/wimax1xq8.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img383.imageshack.us/img383/8100/wimax2cr6.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img50.imageshack.us/img50/7228/wimax3xe5.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img505.imageshack.us/img505/8904/wimax4kp4.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img208.imageshack.us/img208/7691/wimax5ei7.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img359.imageshack.us/img359/4104/wimax6pc5.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img522.imageshack.us/img522/3946/wimax7us2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img408.imageshack.us/img408/5634/wimax8bh2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img376.imageshack.us/img376/9310/wimax9mf3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img87.imageshack.us/img87/269/wimaxhi4.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>CDMA (Code Division Multiple Access)</title>
		<link>http://bagusmahadityo.wordpress.com/2008/12/01/cdma-code-division-multiple-access/</link>
		<comments>http://bagusmahadityo.wordpress.com/2008/12/01/cdma-code-division-multiple-access/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 11:39:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bagusmahadityo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bagusmahadityo.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Konsep Dasar Perencanaan Filosofi umum dari desain jaringan telekomunikasi adalah mendapatkan performansi terbaik dengan biaya implementasi yang minimal. Performansi radio meliputi kualitas kanal kontrol / signalling dan juga kanal suara. Dalam kaitan ini, ukuran dari kualitas transmisi adalah S/(I + N) atau biasa disebut RF signal to impairement ratio. Seorang engineer harus menganalisa S/(I + [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bagusmahadityo.wordpress.com&amp;blog=2327568&amp;post=15&amp;subd=bagusmahadityo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="Section1">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Konsep Dasar Perencanaan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Filosofi umum dari desain jaringan telekomunikasi adalah mendapatkan performansi terbaik dengan biaya implementasi yang minimal. Performansi radio meliputi kualitas kanal kontrol / signalling dan juga kanal suara. Dalam kaitan ini, ukuran dari k</span><span lang="IN">ualitas transmisi adalah S/(I + N) atau biasa disebut RF <em>signal to impairement ratio</em>. Seorang <em>engineer</em> harus menganalisa S/(I + N) untuk dua kondisi, yang pertama pada kondisi S/(I + N) yang terburuk , sedangkan yang kedua pada kondisi S/(I + N) rata-rata yang dicapai oleh jaringan yang didesain. Dalam hal ini, kondisi performansi rata-rata akan menunjukkan ukuran persepsi pelanggan mengenai kualitas yang a</span><span lang="IN">khirnya bermuara pada kepuasan pelanggan. Sedangkan analisa terburuk adalah untuk mencegah berbagai kondisi terburuk yang mungkin saja terjadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Memanglah sulit untuk mencapai performan</span><span lang="IN">si yang diharapkan pada lingkungan komunikasi <em>mobile </em>yang sangat kompleks. Oleh karena itu seorang <em>engineer </em>diharapkan memiliki berbagai pengetahuan untuk melakukan optimalisasi sistem yang nantinya akan melibatkan berbagai solusi kompromi dari berbagai kondisi <em>trade off</em> yang nantinya akan dihadapi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="background-attachment:scroll;background-repeat:repeat;background-position:0 50%;background-color:#0000ff;background-image:none;" lang="IN">Sistem CDMA2000 1x</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Definisi Teknik <em>Multiple Access</em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><em>Code Division Multiple Access</em> (CDMA) merupakan salah satu teknik <em>multiple access </em>yang banyak diaplikasikan untuk seluler maupun <em>fixed wirel</em></span><span lang="IN"><em>ess</em>. Konsep dasar dari teknik <em>multiple access</em> yaitu memungkinkan suatu titik dapat diakses oleh beberapa titik yang saling berjauhan dengan tidak saling mengganggu. Teknik <em>multiple access</em> mempunyai art</span><span lang="IN">i bagaimana suatu spektrum radio dibagi menjadi kanal-kanal dan bagaimana kanal-kanal tersebut dialokasikan untuk pelanggan sebanyak-banyaknya dalam satu sistem.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">CDMA merupakan teknologi <em>multiple access</em> yang membedakan satu pengguna dengan pengguna lainnya menggunakan kode-kode khusus dalam lebar pita frekuensi yang ditentukan. Sistem CDMA merupakan pengembangan dari dua sistem <em>multiple access</em> sebelumnya. CDMA memiliki konsep <em>multiple access</em> yang berbeda dengan <em>Time Division Multiple Access</em> (TDMA) dan <em>Frequency Division Multiple Access</em> (FDMA) karena sistem ini memanfaatkan kode-kode digital yang spesifik untuk membedakan satu pengguna dengan pengguna lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">CDMA memiliki beberapa keunggulan dibandingkan teknik <em>multiple access</em> lainnya, yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Memiliki pengaruh interferensi yang kecil antara sinyal yang satu dengan yang lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Memiliki tingkat kerahasiaan yang tinggi dimana hal ini berkaitan dengan proses acak pada teknik ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Konsep Dasar<span> </span>Sistem Spektral Tersebar</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span lang="IN">Code Division Multiple Access</span></em><span lang="IN"> adalah</span><span lang="IN"> teknik akses jamak yang didasarkan pada sistem komunikasi spektral tersebar, dimana masing-masing pengguna diberikan suatu kode tertentu yang akan membedakan satu pengguna dengan pengguna lainnya. Mulanya sistem ini dikembangkan pada kalangan militer karena kehandalannya dalam melawan derau yang tinggi, sifat anti <em>jamming</em>, dan kerahasiaan data yang tinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Definisi Sistem Spektral Tersebar</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Secara definitif, sistem komunikasi spektral terseba</span><span lang="IN">r merupakan suatu teknik modulasi dimana pengirim sinyal menduduki lebar pita frekuensi yang jauh lebih besar dari pada spektrum minimal yang dibutuhkan untuk menyalurkan suatu informasi. Konsep ini didasarkan pada teori C.E Shannon untuk kapasitas saluran, yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">C = W log<sub>2</sub> (1 + S/N)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Dimana : C<span> </span>= kapasitas kanal transmisi (bps)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">W = lebar pita frekuensi transmisi (Hz)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">N<span> </span>= daya derau (Watt)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">S<span> </span>= daya sinyal (Watt)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Dari teori diatas terlihat bahwa untuk menyalurkan informasi yang lebih besar pada saluran ber-<em>noise</em> dapat ditempuh dengan dua cara yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">1.<span> </span>Dengan cara konvensional, dimana W kecil dan S/N besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">2.<span> </span>Cara penyebaran spektrum, dimana W besar dan S/N kecil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Pada sistem spectral tersebar sinyal informasi disebar pada pita frekuensi yang jauh lebih lebar dari pada lebar pita informasinya. Penyebaran ini dilakukan oleh suatu fungsi penebar yang bebas terhadap sinyal informasinya berupa sinyal acak semu (ps</span><span lang="IN">edorandom) yang memiliki karakteristik spektral mirip derau (noise), disebut <em>pseudorandom noise</em> (PN code).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Ada beberapa teknik modulasi yang dapat digunakan untuk menghasilkan spektrum sinyal tersebar antara lain <em>Direct Sequence Spread Spectrum</em> (DS-SS) dimana sinyal pembawa informasi dikalikan secara langsung dengan sinyal penyebar yang berkecepatan tinggi, <em>Frequency Hopping Spread Spectrum</em> (FH-SS) dimana frekuensi pembawa sinyal informasi berubah-ubah sesuai dengan deretan kode yang diberikan dan akan konstan selama periode tertentu yang disebut T (periode chip). <em>Time Hopping Spread Spectrum</em> (TH-SS) dimana sinyal pembawa informasi tidak dikirimkan secara kontinu tetapi dikirimkan dalam bentuk <em>short burst</em> yang lamanya <em>burst</em> tergantung dari sinyal pengkodeannya, dan <em>hybrid modulation</em> yang merupakan gabungan dari dua atau lebih teknik modulasi di atas yang bertujuan untuk menggabungkan keunggulan masing-masing teknik. Teknik modulasi yang paling banyak dipakai saat ini, termasuk pada sistem CDMA2000 1x, adalah <em>Direct Sequence Spread </em></span><span lang="IN"><em>Spectrrum</em> (DS-SS) karena realisasinya lebih sederhana dibandingkan teknik modulasi lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Pada DS-SS, sinyal pembawa didemodulasi secara langsung oleh data terkode yang merupakan deretan data yang telah dikodekan dengan deretan kode berkecepatan tinggi yang dibangkitkan oleh suatu <em>Pseudo Random Generator</em> (PRG) dan memiliki karakteristik random semu karena dapat diprediksi dan bersifat periodik. Sinyal yang telah tersebar ini kemudian dimodulasi dengan menggunakan teknik modulasi BPSK, QPSK, atau MSK. Pada sistem CDMA2000 1x digunakan teknik modulasi QPSK.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><span lang="IN"><img class="alignnone" src="http://img126.imageshack.us/img126/1486/blokpemancardssszj9.jpg" alt="" width="381" height="231" /><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Gambar</span></strong><span lang="IN"> Blok pemancar DS-SS</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="IN"><span id="more-15"></span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Sedangkan pada sisi penerima, DS-SS terdiri dai tiga bagian utama yaitu demodulator, <em>despreader</em> dan blok sinkronisasi deret kode.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><span lang="IN"><a href="http://img352.imageshack.us/my.php?image=blokpenerimadsssfw6.jpg"><img class="alignnone" src="http://img352.imageshack.us/img352/7871/blokpenerimadsssfw6.jpg" alt="" width="442" height="212" /></a><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Gambar</span></strong><span lang="IN"> Blok Penerima DS-SS</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Ketika sinkronisasi deret kode telah tercapai antara pengirim dan penerima (akuisisi dan <em>code trackling loop</em> telah berjalan sempurna), maka dilakukan proses <em>despreading</em> sinyal DS-SS. Dan dengan asumsi bahwa beda fasa pada frekuensi pembawa lokal antara pengirim dan penerima dapat dihilangkan dengan <em>carrier recovery</em> maka sinyal informasi yang sebenarnya akan dapat diperoleh kembali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Kinerja Sistem Spektral Tersebar</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Parameter-parameter yang menjadi ukuran kinerja sistem komunikasi CDMA seluler maupun <em>fixed wireless</em> berdasarkan sistem spektral tersebar antara lain adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:39.3pt;text-align:justify;text-indent:-39.3pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Processing Gain</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Ketahanan sistem spektral tersebar terhadap interferensi ditentukan oleh seberapa lebar frekuensi penebar dibandingkan dengan lebar frekuensi pita dasarnya dalam suatu parameter yang disebut <em>processing gain</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Dimana semakin besar <em>processing gain</em>-nya, maka semakin tahan sistem spektral tersebut terhadap interferensi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:39.3pt;text-align:justify;text-indent:-39.3pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Bit Error Rate</span></em><span lang="IN"> (modulasi QPSK)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:39.3pt;text-align:justify;text-indent:-39.3pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span style="position:relative;top:17pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignnone">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://img212.imageshack.us/my.php?image=rumusbersc7.jpg"><img src="http://img212.imageshack.us/img212/6595/rumusbersc7.jpg" alt="rumus BER" width="94" height="73" /></a></dt>
</dl>
<dl class="wp-caption alignnone">
<dd class="wp-caption-dd">rumus BER</dd>
</dl>
</div>
<p>Dimana :<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">E<sub>b</sub> = Energi per bit (dBW atau Watt)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">N<sub>o</sub> = Rapat daya <em>noise</em> (dB/Hz atau Watt/Hz)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:39.3pt;text-align:justify;text-indent:-39.3pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>§<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kapasitas Sistem</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Jika diasumsikan bahwa sebuah sel mempunyai N <em>user</em> yang konstan, maka sinyal yang diterima oleh <em>base station</em> pada sel tersebut terdiri dari sinyal <em>user</em> yang diinginkan ditambah (N-1) sinyal dari <em>user</em> penginterferensi. Dengan asumsi kontrol daya bekerja sempurna, maka sinyal terima untuk semua kanal adalah sama, yaitu sebesar S. Sehingga persamaan <em>energy</em> per bit (E<sub>b</sub>) dan rapat spektrum daya penginterfernsi (I<sub>o</sub>) dapat dinyatakan sebagai berikut : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">E<sub>b</sub></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> = S/R <span style="position:relative;top:12pt;"><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span style="position:relative;top:12pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--></span></span><span lang="IN"><a href="http://img377.imageshack.us/my.php?image=rumus1ve3.jpg"><img class="alignnone" src="http://img377.imageshack.us/img377/7393/rumus1ve3.jpg" alt="" width="90" height="63" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Sedangkan persamaan <em>energy bit to interference</em> (E<sub>b</sub>/I<sub>o</sub>) adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><a href="http://img296.imageshack.us/my.php?image=ebzx6.jpg"><img class="alignnone" src="http://img296.imageshack.us/img296/3791/ebzx6.jpg" alt="" width="137" height="73" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Dari persamaan di atas diperoleh bahwa kapasitas sel atau jmlah kanal yang dapat diakomodasi oleh satu frekuensi pembawa dengan <em>bandwidth</em> (W) adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><a href="http://img60.imageshack.us/my.php?image=rumus2lo5.jpg"><img class="alignnone" src="http://img60.imageshack.us/img60/5470/rumus2lo5.jpg" alt="" width="94" height="71" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span style="position:relative;top:15pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Jika N diasumsikan sangat besar maka persamaan di atas dapat disederhanakan menjadi :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><a href="http://img118.imageshack.us/my.php?image=63556464kq6.jpg"><img class="alignnone" src="http://img118.imageshack.us/img118/6105/63556464kq6.jpg" alt="" width="64" height="56" /></a><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span style="position:relative;top:15pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Jika interferensi dari sel lain, gain aktifitas suara, dan gain sektorisasi antena juga diperhitungkan, maka persamaa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">nnya menjadi :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span style="position:relative;top:15pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><a href="http://img514.imageshack.us/my.php?image=nnbb9.jpg"><img class="alignnone" src="http://img514.imageshack.us/img514/9849/nnbb9.jpg" alt="" width="125" height="68" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Dimana :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">W<span> </span>= lebar pita frekuensi spektral tersebar (Hz) = 1,2288 MHz</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">R<span> </span>= <em>data rate</em> sinyal in</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">formasi (kbps) = 9,6 kbps</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">E<sub>b</sub>/I<sub>o</sub><span> </span>= rasio energi per bit terhadap rapat daya penginterfernsi (dB)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">α<span> </span>= gain aktifitas suara ( ≈ 2,67 untuk suara dan ≈ 1 untuk data) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">β<span> </span>= gain sektorisasi antena ( ≈ 2,4 untuk antena trisektoral)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">f<span> </span>= faktor interferensi dari sel la</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">in ( ≈ 0,6)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Konsep Dasar Sistem CDMA2000 1x</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">CDMA 2000 adalah <em>platform wireless</em> yang termasuk ke dalam spesifikasi <em>International Mobile Telecommunication</em> 2000 (IMT-2000) dan merupakan pengembangan dari standar <em>platform wireless</em> CDMA IS-95. Teknologi transmisi radio CDMA2000 adalah teknologi <em>wideband</em> dengan teknik <em>spread spectrum</em> yang memanfaatkan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">teknologi CDMA untuk memenuhi kebutuhan layanan sistem komunikasi <em>wireless</em> generasi ketiga (3G) berupa aplikasi layanan multimedia. Sistem CDMA2000 mencakup implementasi luas yang ditujukan untuk mendukung <em>data rate</em> baik untuk <em>circuit switched</em> maupun <em>packet switched</em> dengan memanfaatkan <em>data rate</em> mulai dari 9,6 kbps (TIA/EIA-95-B) sampai lebih dari 2 Mbps. Beberapa layanan yang dapat didukung antara lain, <em>wireless internet</em>, <em>wireless e-mail</em>, <em>telemetry</em> dan <em>wireless commerce</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Standarisasi CDMA2000 1x dilakukan berdasarkan spesifikasi IS2000 yang kompatibel dengan sistem IS-95 A/B (CDMAone). Dibandingkan dengan IS-95, jaringan CDMA2000 1x mengalami beberapa pengembangan seperti kontrol daya ya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">ng lebih baik, <em>uplink pilot channel</em>, teknik <em>vocoder</em> baru, pengembangan kode Walsh serta perubahan skema modulasi. Sedangkan pada sisi arsitektur jaringan terdapat <em>Base Station Controller</em> (BSC) dengan kemampuan IP <em>Routing</em>, BTS <em>multimode</em> serta PDSN (Packet Data Serving Node).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Arsitektur Jaringan CDMA2000 1x</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"><a href="http://img525.imageshack.us/my.php?image=arsitekturcdmabw3.jpg"><img class="alignnone" src="http://img525.imageshack.us/img525/8095/arsitekturcdmabw3.jpg" alt="" width="507" height="487" /></a></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><strong><span lang="IN"><br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Gambar</span></strong><span lang="IN"> Arsitektur CDMA2000 1x</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Skema struktur jaringan CDMA2000 1x secara umum terdiri dari :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">User</span></em><span lang="IN"> terminal, terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Fixed</span></em><span lang="IN"> terminal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Portable</span></em><span lang="IN"> / <em>handheld</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>o<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Membentuk, memelihara, dan memutuskan hubungan dengan <em>Radio Network</em> melalui antarmuka <em>radio-packet</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>o<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mengumpulkan data autentifikasi, autorisasi dan akunting yang diperlukan oleh AAA.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Radio Access Network</span></em><span lang="IN"> (RAN), terdiri dari beberapa komponen berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Base Transceiver Station</span></em><span lang="IN"> (BTS)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><span lang="IN">BTS bertanggung jawab un</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><span lang="IN">tuk mengalokasikan daya digunakan oleh pelanggan serta berfungsi sebagai antarmuka yang menghubungkan jaringan CDMA2000 1x dengan perangkat pelanggan. BTS terdiri dari perangkat radio yang digunakan untuk mengirimkan dan menerima sinyal CDMA.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Base Station Controller</span></em><span lang="IN"> (BSC)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">BSC bertanggung jawab untuk mengontrol semua BTS yang berada di dalam daerah cakupannya serta mengatur rute paket data dari BTS ke PDSN atau sebaliknya serta trafik dari BTS ke MSC atau sebaliknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Packet Data Serving network</span></em><span lang="IN"> (PDSN)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Merupakan komponen baru yang terdapat dalam sistem seluler berbasis CDMA2000 1x yang bertujuan untuk mendukung layanan paket data. Fungsi PDSN antara lain untuk membentuk, memelihara dan memutuskan sesi <em>Point-to-Point Protocol</em> (PPP) dengan pelanggan.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Circuit Core Network</span></em><span lang="IN"> (CCN), terdiri dari beberapa komponen berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Mobile Switching Center</span></em><span lang="IN"> (MSC)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">MSC diletakk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">an di pusat jaringan <em>mobile communication</em> dan juga bekerja dengan jaringan lain seperti PSTN, PLMN, dll.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Home Location Register</span></em><span lang="IN"> (HLR)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">HLR merupakan tempat yang berisi informasi pelanggan yang digabungkan dengan pengantar layanan paket data. Layanan informasi dari HLR diambil dalam <em>Visitor Location Register</em> (VLR) pada jaringan <em>switch</em> selama proses registrasi berhasil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.75in;text-align:justify;text-indent:-1.5in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Visitor Location Register</span></em><span lang="IN"> (VLR)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><span lang="IN">VLR secara temporari menyimpan dan mengontrol semua informasi dari <em>Mobile Station</em> (MS) yang berada pada area kontrol. Ketika pelanggan melakukan panggilan maka VLR mentransmit semua informasi yang berhubungan dari MSC.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">SMSC (Short Message Service Center) bertanggung jawab dalam penyampaian, penyimpanan dan pengajuan suatu pesan singkat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">ISMSC (Intelligent</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><span lang="IN"> Short Message Service) merupakan <em>gateway</em> untuk menyelenggarakan interworking dengan jaringan PSTN dan GSM.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Packet Core Network</span></em><span lang="IN"> (PCN), terdiri dari beberapa komponen berikut :</span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><em><span lang="IN">Router</span></em><span lang="IN"> berfungsi untuk      merutekan paket data dari dan ke berbagai elemen jaringan yang terdapat      pada jaringan CDMA2</span> <span lang="IN">000 1x serta bertanggung jawab untuk mengirimkan dan      menerima paket data dari jaringan internal ke jaringan eksternal atau      sebaliknya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><em><span lang="IN">Fire Wall</span></em><span lang="IN"> berfungsi untuk      mengamankan jaringan terhadap akses dari luar.</span></li>
<li class="MsoNormal"><em><span lang="IN">Authentication,      Authorization and Accounting </span></em><span lang="IN">(AAA)</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><span lang="IN">AAA menyediakan fungsi untuk <em>authentication</em> bertalian denagn PPP dan hubungan <em>mobile</em> IP, melakukan autorisasi yaitu layanan profil dan kunci keamanan distribusi dan manajemen dan <em>accounting</em> untuk jaringan paket data dengan menggunakan protokol <em>Remote Access Dial in User Service</em> (RADIUS) AAA server juga digun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><span lang="IN">akan oleh PDSN untuk berhubungan dengan jaringan suara dari HLR dan VLR.</span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><em><span lang="IN">Home Agent</span></em></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">HA berfungsi untuk menelusuri lokasi <em>mobile station</em> (MS) sekaligus mengecek apakah paket data telah diteruskan ke MS tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Model Kanal pada </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Sistem CDMA2000 1x</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Struktur kanal pada CDMA2000 1x terbagi menjadi dua arah yaitu kanal <em>reverse</em> yang arahnya dari MS ke BTS dan kanal <em>forward</em> yang arahnya dari BTS ke MS. Gambar dibawah menunjukkan struktur kanal <em>forward</em> dan kanal <em>reverse</em> untuk sistem CDMA2000 1x.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-indent:-.5in;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Kanal Reverse</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Perbedaan utama struktur kanal <em>reverse</em> pada sistem IS-95 dan CDMA2000 1x adalah adanya kanal pilot yang memungki</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">nkan demodulasi secara koheren dan menyediakan informasi <em>power control</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Pelanggan pada arah <em>reverse</em> dipisahkan dengan pembedaan <em>time offset</em> dari suatu kode panjang (long code) dengan panjang 2<sup>42 </sup>– 1 <em>chips</em>. Kode panjang ini dihasilkan oleh suatu generator PN dengan masukan 42 bit dan laju kode 1,2288 Mcps. Untuk mengantisipasi terjadinya <em>multipath</em> dan <em>delay</em>, maka <em>time offset</em> antar kode dipisahkan minimal sebesar 64 <em>chips</em>. Sedangkan kanal-kanal pada arah <em>reverse</em> dibedakan dengan menggunakan kode Walsh yang ortogonal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Berikut ini s</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">truktur kanal yang ditansmisikan oleh MS pada arah <em>reverse</em> :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><span lang="IN"><a href="http://img528.imageshack.us/my.php?image=revchanneles1.jpg"><img class="alignnone" src="http://img528.imageshack.us/img528/2265/revchanneles1.jpg" alt="" width="378" height="264" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><span lang="IN"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="DE">Gambar</span></strong><span lang="DE"> Struktur Kanal <em>Reverse</em> yang ditransmisikan oleh MS</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kanal-kanal yang ditransmisikan pada arah <em>reverse</em> dapat dikategorikan menjadi<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">1.<span> </span><em>Common Channels</em> yang menyediakan hubungan antara BTS dengan beberapa MS (point to multipoint) yang terdiri dari :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Access Channel</span></em><span lang="IN"> (R-ACH)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><span lang="IN"><em>Access Channel</em> berfungsi untuk menyediakan komunikasi dari MS ke BTS pada saat MS tidak sedang menggunakan <em>traffic channel</em>. Fungsi utama <em>access channel</em> adalah untuk merespon <em>paging channel</em> dan pengalamatan panggilan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Enhanced Access Channel</span></em><span lang="IN"> (R-EACH)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><em><span lang="IN">Enhanced Access Channel</span></em><span lang="IN"> merupakan pengembangan dari <em>access </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><em>channel</em> yang mampu meminimalisasi terjadinya tabrakan serta mengurangi daya yang dibutuhkan oleh <em>access channel</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Reverse Common Control Channel</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kanal ini digunakan untuk mengirim <em>signalling message</em> dari MS ke BTS.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">2.<span> </span><em>Dedicated Channel</em> yang dialokasikan bagi setiap MS (point to point) dan terdiri dari :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Reverse Pilot Channel</span></em><span lang="IN"> (R-PICH)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><span lang="IN">Kanal pilot ini berfungsi sebagai pilot yang memungkinkan deteksi koheren pada arah <em>reverse</em> dan memungkinkan MS berkomunikasi pada level daya yang lebih rendah dengan cara menginformasikan pada BS level daya yang telah diterima sehingga BS dapat mengatur kembali daya pancarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Reverse Dedicated Control Channel</span></em><span lang="IN"> (R-DCCH)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kanal ini bertujuan untuk menggantikan metode <em>dim</em> and <em>burst</em> serta <em>blank and b</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span lang="IN"><em>urst</em> pada <em>traffic channel</em> dan digunakan untuk mengirimkan pesan serta mengontrol panggilan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Reverse Fundamental Channel</span></em><span lang="IN"> (R-FCH)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kanal ini digunakan untuk mengakomodasi layanan suara dan data berkecepatan rendah, yaitu 9,6 kbps (rate set 1) dan 14,4 kbps (rate set 2).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Reverse Supplemental Channels</span></em><span lang="IN"> (R-SCH)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kanal ini digunakan untuk mengakomodasi layanan dengan <em>data rate</em> yang lebih besar dari 9,6 kbps dan 14,4 kbps serta diterapkan pada <em>radio configuration</em> 3 sampai 6 yang memiliki skema modulasi, <em>coding</em>, dan <em>vocoder</em> yang berbeda-beda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Reverse Supplemental Code Channels</span></em><span lang="IN"> (R-SCCH)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Fungsi kanal ini hampir sama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> dengan <em>Reverse Supplemental Channels</em> hanya saja digunakan pada <em>radio configuration</em> 1 dan 2 yang didesain agar kompatibel dengan sistem CDMA IS-95.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Kanal Forward</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Pada komunikasi arah <em>forward</em>, sinyal dari sel atau sektor yang berbeda dipisahkan dengan pembedaan <em>time offset</em> dari dua buah kode pendek (short code) dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> panjang 215 – 1 chips, satu untuk kanal I dan satu untuk kanal Q. Kode pendek ini dihasilkan oleh generator PN dengan masukan 15 bit dan laju kode 1,2288 Mcps. Untuk mengantisipasi terjadinya <em>multipath</em> dan <em>delay</em> maka <em>time offset</em> antar kode dipisahkan minimal 64 <em>chips</em>. Dan karena hanya ada 512 kode PN, maka alokasi kode PN harus benar-benar direncanakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Salah satu metode perencanaan yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="IN">Tabel</span></strong><span lang="IN"> Alokasi kode PN (kode pendek)</span></p>
<div>
<table class="MsoTableGrid" style="border:medium none #000000;border-collapse:collapse;height:97px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="516">
<tbody>
<tr style="height:16pt;">
<td style="border:1pt solid windowtext;width:131.05pt;height:16pt;text-align:center;padding:0 5.4pt;" rowspan="5" width="175" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><a href="http://img296.imageshack.us/my.php?image=boxjw3.jpg"><img class="aligncenter" src="http://img296.imageshack.us/img296/2338/boxjw3.jpg" alt="" width="91" height="80" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
</td>
<td style="width:131.05pt;height:16pt;padding:0 5.4pt;" width="175">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="IN">Sektor</span></p>
</td>
<td style="width:131.05pt;height:16pt;padding:0 5.4pt;" width="175">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="IN">Kode PN</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:5.6pt;">
<td style="width:131.05pt;height:5.6pt;padding:0 5.4pt;" width="175">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="IN">Alpha</span></p>
</td>
<td style="width:131.05pt;height:5.6pt;padding:0 5.4pt;" width="175">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="IN">3 x P x N – 2P</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:5.6pt;">
<td style="width:131.05pt;height:5.6pt;padding:0 5.4pt;" width="175">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="IN">Beta</span></p>
</td>
<td style="width:131.05pt;height:5.6pt;padding:0 5.4pt;" width="175">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="IN">3 x P x N</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:5.6pt;">
<td style="width:131.05pt;height:5.6pt;padding:0 5.4pt;" width="175">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="IN">Gamma</span></p>
</td>
<td style="width:131.05pt;height:5.6pt;padding:0 5.4pt;" width="175">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="IN">3 x P x N &#8211; P</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:5.6pt;">
<td style="width:131.05pt;height:5.6pt;padding:0 5.4pt;" width="175">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="IN">Omni</span></p>
</td>
<td style="width:131.05pt;height:5.6pt;padding:0 5.4pt;" width="175">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="IN">3 x P x N</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Dimana : N = pola penggunaan kode PN, direkomendasikan nilainya 19</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">P = jarak antar kode PN, direkomendasikan nilainya 6</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Berikut ini struktur kanal yang ditransmisikan oleh BS pada arah <em>forward</em> dimana masing-masing kanal menggunakan kode Walsh dan saling ortogonal :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Sebagaimana pada arah <em>reverse</em>, kanal-kanal yang ditransmitkan pada arah <em>forward</em> dapat dikategorikan menjadi :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">1. <em>Forward Common Channel</em> yang terdiri dari :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Forward Pilot Channel</span></em><span lang="IN"> (F-PICH)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><em><span lang="IN">Forward Pilot Channel</span></em><span lang="IN"> secara kontinu memnacarkan informasi frekuensi dan fasa ke seluruh MS yang berada dalam sel tersebut dengan menggunakan kode penebar yang sama yaitu kode Walsh ke-0 yang dimodulasi dengan kode pendek (short code) tetapi dengan <em>time offset</em> yang berbeda untuk membedakan <em>pilot channel</em> dari sel / sektor tertentu. Untuk menjamin deteksi fasa dan referensi frekuensi pembawa yang akurat, maka <em>pilot channel</em> ini ditransmisiskan dengan level daya yang relatif lebih besar dari pada kanal-kanal lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Forward Common Auxiliary Pilot</span></em><span lang="IN"> (F-CAPICH)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><em><span lang="IN">Forward Common Auxiliary Pilot</span></em><span lang="IN"> diarahkan pada <em>spot beam</em> tertentu agar dapat meningkatkan kapasitas, luas daerah cakupan, serta performansi beberapa <em>mobile station</em> dalam <em>spot beam</em> yang sama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Forward Sync Channel</span></em><span lang="IN"> (F-SYNC)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kanal ini digunakan pada daerah tertentu dari suatu BTS untuk mendapatkan sinkronisasi waktu dan menentukan lokasi kanal <em>paging</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Forward Paging Channel</span></em><span lang="IN"> (F-PCH)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;"><span lang="IN">Kanal <em>paging</em> digunakan untuk mengirimkan pengontrolan informasi dan pesan <em>paging</em>. F-PCH membawa pesan <em>overhead</em>, <em>pages</em>, <em>acknowledgements</em>, <em>channel assignment</em>, status permintaan dan <em>shared secret data</em> (SSD) dari BTS ke MS.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Forward Common Control Channel</span></em><span lang="IN"> (F-CCCH)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kanal ini digunakan untuk <em>signalling messages</em> dari MS ke BTS dan dapat beroperasi pada <em>data rate</em> 9,6 kbps; 19,2 kbps; atau 38,4 kbps dengan panjang frame yang berbeda-beda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">2.<span> </span><em>Forward Dedicated Channel</em> terdiri dari <em>Forward Fundamental Channel</em> (F-FCH) dan <em>Forward Supplemental Channel</em> (F-SCH) yang fungsinya sama dengan <em>Reverse Fundamental Channel</em> (R-FCH) dan <em>Reverse Supplemental Channel </em>(R-SCH). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Kontrol Daya</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Pada sistem CDMA, karena semua <em>user</em> menggunakan <em>bandwidth</em> dan waktu yang sama, maka terjadi interferensi antar <em>user</em>. Besarnya interferensi dari seorang <em>user</em> dibanding dengan level daya terima pada BTS dari <em>user</em> tersebut, sehingga bagi <em>user</em> yang lebih dekat ke BTS memberikan kontribusi interferensi yang lebih besar bagi <em>user</em> lainnya, akibatnya bagi <em>user</em> yang paling jauh dari BTS akan menerima interferensi paling besar. Masalah ini disebut dengan <em>near-far problem</em>. Untuk mengatasi <em>near-far problem</em> ini dilakukan kontrol daya, yakni pengendalian level daya pancar MS oleh BTS untuk semua MS yang berbeda-beda jauhnya dari BTS sedemikian rupa, sehingga level daya yang diterima pada BS sama besar baik yang berasal dari MS yang lebih jauh maupun yang lebih dekat ke BTS.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kontrol daya pada CDMA2000 1x mempunyai <em>bit rate</em> 800 bps dan disebut kontrol daya cepat arah maju (fast forward link power control) untuk alokasi kontrol daya ke kanal trafik <em>forward</em> yang berbeda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:3pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Kapasitas Sistem CDMA2000 1x</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kapasitas didefinisikan sebagai jumlah <em>user</em> yang bisa ditampung oleh sebuah <em>cell site</em> dengan harga QoS/GOS yang memadai. Kapasitas dalam sistem CDMA2000 1x akan sangat tergantung pada interferensi dalam sistem itu sendiri. Penambahan jumlah <em>user </em>dalam sistem juga akan menambah level interferensi dalam sistem. Setiap penambahan kapasitas atau bertambahnya interferensi akan menurunkan kualitas sinyal suara dalam batas tertentu. Sehingga bila kapasitas ditingkatkan maka akan berpengaruh pada kualitas sinyal suara, jadi perlu diatur agar kualitas tetap tinggi tanpa banyak mengurangi kapasitas. Dengan demikian terdapat <em>trade off</em> antara kualitas dan kapasitas yang diakses. Fenomena ini disebut dengan <em>soft capacity</em>. <em>Soft capacity</em> merupakan hal yang menguntungkan terutama untuk menghindari <em>dropp call</em> pada saat terjadi <em>handoff</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Sistem CDMA menggunakan <em>Universal Frequency Reuse</em>, artinya <em>bandwidth</em> di <em>share</em> untuk semua sel sedangkan transmisinya akan dibedakan dengan suatu <em>spreading</em> <em>sequence</em> yang unik, dan dalam perencanaannya harus dipikirkan pula mengenai <em>Multiple Access Inteference</em> (MAI) yang berasal dari <em>user</em> dari sel-sel didekatnya. Teknik mengurangi <em>multiple access interference</em> dijabarkan sebagai <em>gain</em> kapasitas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Beberapa parameter yang mempengaruhi kapasitas adalah sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span lang="IN">Voice Activity</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Sejak sistem CDMA menggunakan <em>speech coding</em>, maka MAI dapat dikurangi dengan deteksi <em>voice activity</em> sepanjang <em>variable speech transmission</em>. Teknik ini akan mengurangi <em>rate</em> dari <em>speech coder</em> saat periode <em>silent</em>/diam yang dideteksi dalam <em>speech waveform</em>. <em>Voice activity</em> juga menjadi keuntungan bagi sistem <em>multiple access</em> lainnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Normalnya, jika kita sedang melakukan percakapan di telepon, maka dalam suatu saat hanya ada satu orang saja yang berbicara. Fenomena ini dapat dimonitor pada sistem seluler. Oleh karena itu pada saat periode diam, <em>power</em> dapat dikurangi. Sehingga daya dapat dihemat dan pengaruh terhadap interferensi juga sedikit. Dengan begitu kapasitas sistem bisa dimaksimalkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21pt;line-height:150%;"><span lang="IN"><span style="position:relative;top:27pt;"><!--[endif]--></span><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Dengan estimasi <em>voice activity</em> 3/8, maka akan dapat menaikkan kapasitas sebesar 8/3 kalinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span lang="IN">Sectored Cells</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Sel <em>sectoring</em> juga merupakan metode yang cukup efektif untuk mengurangi MAI, karena setiap sektor menggunakan antena <em>directional</em>. Sektorisasi pada antena adalah pengarahan daya pancar antena BTS pada arah tertentu. Pengarahan antena ini bergantung dari kebutuhan. Sektorisasi dilakukan berdasarkan kepadatan trafik. Biasanya sektorisasi 60° dan 120°, untuk sektorisasi 60° maka pengarahan antena menuju enam arah dan sektorisasi 120° menuju tiga arah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Macam-macam konfigurasi sel :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-.5in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>o<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Omni directional </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-.5in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>o<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sectoring 60°</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-.5in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>o<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sectoring 120°</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:center;text-indent:-.5in;line-height:150%;"><span lang="IN"><a href="http://img261.imageshack.us/my.php?image=omnilp8.jpg"><img class="alignnone" src="http://img261.imageshack.us/img261/2803/omnilp8.jpg" alt="" width="267" height="100" /></a><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="color:#ffffff;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span><img src="/DOCUME~1/BAGUS/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="13" height="13" /><span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Omnidirectional</span></em><span lang="IN"> adalah pemancaran sinyal ke segala arah oleh sebuah BTS pada suatu sel.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kelebihan<span> </span>: mudah diplikasikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kekurangan : kemungkinan terjadi interferensi lebih besar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:57pt;text-align:justify;text-indent:-57pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span><img src="/DOCUME~1/BAGUS/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="13" height="13" /><span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sektorisasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">60°<span> </span>: suatu daerah cakupan sel dibagi menjadi 6 daerah yang sama besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kelebihan<span> </span>: kemungkinan interferensi kecil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kekurangan<span> </span>: <em>delay</em> propagasi paling besar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.75in;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">120°<span> </span>: suatu daerah cakupan sel dibagi menjadi 3 daerah yang sama besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kelebihan<span> </span>: <em>delay</em> propagasi lebih kecil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kekurangan<span> </span>: interferensi lebih mungkin terjadi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span> </span></span></span><!--[endif]--><em><span lang="IN">Handoff</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><em><span lang="IN">Air interface</span></em><span lang="IN"> pada sistem CDMA2000 1x menyediakan kemampuan untuk <em>handoff</em> baik untuk <em>voice service</em> mapun data <em>service</em>, dan juga untuk <em>service</em> yang di-<em>handle</em> oleh sistem IS-95 ke sistem IS-2000 ataupun sebaliknya dari IS-2000 ke sistem IS-95. <em>Handoff</em> adalah suatu peristiwa perpindahan kanal yang digunakan MS tanpa terjadinya pemutusan hubungan dan tanpa melalui campur tangan dari pemakai. Peristiwa <em>handoff</em> terjadi karena pergerakan MS keluar dari cakupan sel asal dan masuk cakupan sel baru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Terdapat tiga macam <em>handoff</em> yang diterapkan pada sistem berbasis CDMA2000 1x:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">1.<span> </span><em>Soft Handoff</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Merupakan <em>handoff</em> yang terjadi antar sel dengan frekuensi pembawa yang sama, dimana MS memulai komunikasi dan membentuk hubungan dengan BTS yang baru terlebih dahulu sebelum memutuskan hubungan dengan BTS asal. Hubungan akan diputuskan jika proses penyambungan dengan BTS yang baru telah mantap untuk menghindari <em>drop call</em>. Metode pembentukan hubungan (kanal) baru terlebih dahulu sebelum memutus hubungan (kanal) lama ini dikenal dengan istilah <em>make before break</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">2.<span> </span><em>Softer Handoff</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;"><em><span lang="IN">Handoff</span></em><span lang="IN"> yang terjadi antar sektor dalam satu sel dengan frekuensi pembawa dan BTS ayang sama. <em>Handoff</em> ini juga berbasis pada metode <em>make before break</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">3.<span> </span><em>Hard Handoff</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Tipe ini menggunakan metode <em>break before make</em> yang berarti harus terjadi pemutusan huubungan dengan kanal trafik lama sebelum terjadi hubungan baru. <em>Hard handoff</em> terjadi pada sistem <em>dual mode</em> dimana sistem akses radio CDMA2000 1x diopersasikan bersama-sama dengan sistem akses radio lainnya seperti CDMA IS-95 atau AMPS. Selain itu juga antara sektor atau sel dengan frekuensi pembawa yang berbeda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="background-attachment:scroll;background-repeat:repeat;background-position:0 50%;background-color:#0000ff;background-image:none;" lang="IN">Aplikasi CDMA</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Pada analog base station panggilan ditolak bila tidak ada kanal bebas. Bentuk penolakan ini disebut sebagai hard blocking. Terdapat kondisi blocking yang lain pada sistem CDMA. Tidak seperti AMPS dan TDMA, CDMA idak menentukan batasan dari blocking. Ketika jumlah pengguna/panggilan bertambah, level interferensi juga bertambah, dan berdampak pada memurunnya kualitas. Karena semua pengguna menggunakan RF yang sama, peningkatan interferensi akan menghasilkan FER dan drop call yang tinggi. Dalam hal ini digunakan soft blocking karena jumlah pengguna dapat ditingkatkan bila penyedia layanan mau memberikan toleransi interferensi yang cukup tinggi dengan kualitas layanan yang rendah. Soft blocking merupakan karakteristik sistem CDMA. Terdapat dua skenario blocking pada base station CDMA :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Jika terdapat banyak kanal pada base station, namun karea terdapat banyak pengguna pada cell yang sama, penambahan level interferensi mengakibatkan interferensi berada diatas threshold. Panggilan akan ditolak, dan hal ini disebut skenario soft blocking.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Jika panggilan mungkin memiliki kualitas yang baik tetapi tidak terdapat kanal pada base station. Panggilan ditolak dan hal ini disebut skenario hard blocking.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:3pt;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="background-attachment:scroll;background-repeat:repeat;background-position:0 50%;background-color:#0000ff;background-image:none;" lang="IN">pectrum Clearence</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Teknologi<span> </span>CDMA berbasiskan kapasitas yang sangat tergantung sekali dengan pengaruh interferensi, dengan kata lain bahwa kapasitas CDMA adalah <em>interference limited</em> (dibatasi oleh besar interferensi yang terjadi). Sedangkan <em>spectrum clearence</em> merupakan topik yang sangat penting dalam sistem CDMA. <em>Spectrum clearence</em> digunakan untuk mengetahui tingkat penggunaan spektrum untuk <em>deployment</em> CDMA, apakah digunakan untuk sistem yang lain. <em>Band</em> spektrum yang akan digunakan untuk <em>deployment</em> CDMA seharusnya “<em>clear</em>” dari penggunaan sistem lain, sehingga dapat meningkatkan kapasitas. Salah satu cara untuk mengetahui apakah <em>band spectrum</em> frekuensi tersebut <em>clear</em> dari penggunaan sistem lain maka dilakukan <em>Drive Test</em> langsung dengan menggunakan <em>spectrum analyzer</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span lang="IN">Misalnya <em>band spectrum</em> CDMA2000 1x ditempatkan pada spektrum frekuensi 1900 MHz, maka beberapa kanal tersebut akan ditempati oleh kanal CDMA. Hal ini dilakukan pada sel-sel di daerah <em>core</em> dan <em>transition zones</em>, terutama pada daerah <em>core</em>. Sel-sel di dalam <em>transition</em> (guard) <em>zones</em> dapat diidentifikasi dengan prediksi propagasi RF-nya atau pengukuran <em>noise floor</em> aktualnya. <em>Spectrum Clearing</em> dilakukan pada <em>coverage area</em> tergantung dari kuat sinyal transmisinya, tinggi BTS, keadaan daerah (pengaruh bangunan atau penghalang-penghalang lainnya).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Area yang perlu dilakukan “<em>clear</em>” harus dikontrol interferensinya terlebih dahulu, sehingga didapatkan level C/I yang diterima. Pengontrolan interferensi ini bisa dilakukan dengan penggunaan <em>directional antenna</em>, mengatur tinggi antena dan <em>downtilt</em>, pengaturan <em>power</em> yang tepat pada <em>pilot</em> dan <em>voice</em> kanal, atau dengan penggunaan elemen-elemen geografis (fisik) sebagai isolasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Pengukuran <em>Background Noise</em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kapasitas dan <em>coverage</em> dalam sistem CDMA (IS-95 dan IS-2000) merupakan fungsi dari tingkat <em>background thermal</em> dan <em>man-made interference noise</em>. Untuk kanal CDMA 1,23 MHz, <em>background thermal noise</em> sekitar -113 dBm. <em>Man-made interference</em> meliputi <em>automobile ignition</em> (pembakaran) <em>noise</em>, <em>spurius</em> (lancung) <em>emission</em> dari radio dan peralatan elektronik lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><em>Background man-made noise</em> berbeda-beda dari <em>site</em> satu ke <em>site</em> lainnya, tergantung dari banyaknya sumber interferensi dan kedekatannya terhadap sel. Sehingga untuk mengoptimalkan operasi setiap sel <em>site</em> CDMA, seperti misalnya Motorola merekomendasikan bahwa pengukuran <em>noise floor</em> dipertimbangkan sebagai bagian dari proses penentuan sel <em>site</em> sistem CDMA. Disamping itu pengukuran <em>noise floor</em> dapat juga digunakan untuk pengaturan parameter <em>noise margin</em> pada analisa <em>link budget</em>. Dann pengukuran <em>noise floor</em> juga direkomendasikan untuk digunakan dalam mengenali sumber interferensi pada <em>in-band</em> atau <em>out-band</em>, sehingga dapat dikenali sumber interferensinya dan pengaruhnya terhadap sistem CDMA untuk kemudian diambil tindakan yang tepat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Metode Pengukuran<span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Interferensi adalah hal yang <em>random</em> di alam, dengan perubahan amplitudo dan frekuensi sepanjang waktu. Beberapa sumber interferensi adalah <em>thermal noise</em>, <em>environment noise</em>, dan <em>noise</em> dari sistem lainnya. Sumber <em>out of band</em> dapat menimbulkan interferensi melalui Intermodulasi (IM).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Untuk mengetahui besar <em>background noise</em> diperlukan data-data hasil pengukuran dalam suatu periode tertentu. Analisa statistik dari data yang terkumpul dapat digunakan untuk menentukan rata-rata dan fungsi distribusi komulatif dari <em>noise floor rise</em>. Fungsi distribusi komulatif mengindikasikan sejumlah waktu <em>background noise</em> meningkat melampaui batas tertentu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Gambaran fungsional pengetesan sistem</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><em><span lang="IN">Test measurement calibration point</span></em><span lang="IN"> (cal point) adalah pada jalur masuk <em>feedline</em> pada antena atau <em>port</em> yang tidak dipakai pada <em>multicoupler</em> penerima. <em>Band pass filter</em> digunakan untuk meredam (attenuate) sinyal-sinyal di luar band (out of band). LNA (Low Noise Amplifier) digunakan untuk memperbaiki sistem <em>noise figure</em> dan menyediakan gain yang cukup untuk pengukuran sinyal dengan level yang sangat rendah.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><em>Step attenuator</em> diantara <em>amplifier</em> digunakan untuk membatasi <em>gain</em> sistem, mengurangi intermodulasi yang didapat. Kemudian keluaran dari sistem terakhir dipisah menggunakan <em>two way splitter</em>. Dua keluaran yang sama dari <em>splitter</em> digunakan sebagai masukan untuk dua <em>spectrum analyzer</em>. <em>Spectrum analyzer</em> 1 beroperasi dalam mode manual. <em>Spectrum analyzer</em> ini dilengkapi dengan <em>tracking generator</em> yang digunakan untuk kalibrasi <em>gain</em> sistem. Dan digunakan juga untuk membuat <em>polt noise floor</em> dan memeriksa sifat interferensi yang muncul di layar. Sedangkan spectrum analyzer 2 berada di bawah kontrol komputer. Hasil pengukuran yang didapat akan disimpan ke dalam <em>disk</em> untuk pemrosesan selanjutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Kalibrasi sistem test</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><em>Gain system test</em> dan <em>noise figure</em> harus diukur sebelum pengumpulan data dimulai. <em>Gain</em> dan <em>noise figure</em> yang diukur digunakan untuk membuat pengaturan (adjustment) terhadap data yang dikumpulkan selama operasi analisis data. Gain data diukur menggunakan <em>generator tracking</em> yang disediakan pada <em>spectrum analyzer 1</em>. <em>Noise figure</em> sistem ditentukan dengan mengukur <em>noise floor</em> terlebih dahulu menggunakan <em>calibration point</em> (input) yang diterminasi dengan 50 ohm, kemudian dilakukan pengukuran <em>noise floor</em> dengan <em>calibration point</em> yang dihubungkan dengan sumber <em>noise</em> yang terkalibrasi.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Prosedur Test</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span lang="IN">Jika sistem CDMA telah di<em>deploy</em> dalam area dimana teknologi yang lain telah ada, ada dua metode dianjurkan. Pertama adalah melakukan “clear” semua <em>co-channel </em>dari sistem lain dalam <em>band</em> sistem CDMA. Kemungkinan kedua adalah hanya melakukan “clear” <em>co-channel</em> dari sel-sel yag dekat dengan sel CDMA. Sebelum pengetesan <em>noise floor</em> dimulai maka harus diselesaikan <em>co-channel clearing</em> terlebih dahulu. Karena <em>co-channel</em> didalam <em>band</em> CDMA akan muncul sebagai interferensi dalam data yang dikumpulkan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Setelah <em>clearing spectrum</em> dilakukan, tes pendahuluan dilakukan tanpa menggunaan <em>filter</em> untuk mengidentifikasi <em>channel-channel</em> yang <em>unclear</em>, sinyal-sinyal <em>out-of band</em> dan <em>spurious emission</em>. Pengetesan ini lebih baik dilakukan pada jam sibuk dengan arah <em>forward</em> atau <em>reverse</em>, hasil pengetesan yang sudah diperoleh harus dicatat untuk dijadikan data dalam perencanaan nantinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span lang="IN">Plot sistem <em>band downlink</em> untuk mengidentifikasi kemungkinan <em>uncleared co-channel</em>, sumber eksternal pada interferensi <em>downlink</em>, dan untuk memverifikasi isolasi Tx-Rx dengan <em>co-located</em> sel <em>site</em> lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Plot <em>band uplink</em> untuk mengidentifikasi <em>receive isolation</em> dengan <em>co-located</em> sel <em>site</em> lainnya dan untuk mengidentifikasi kemungkinan sumber-sumber interferensi pada <em>uplink</em>. Periksa plot dari sistem frekuensi sistem yang berdekatan (adjacent) untuk <em>out-of band</em> atau <em>spurious emission</em> dari sistem-sistem lain dalam <em>band-band</em> berdekatan.2</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Analisa data</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Analisa data berupa analisa statistikal dari data-data yang dikumpulkan melalui proses pengukuran <em>gain</em> sistem, <em>noise figure</em> dan <em>bandwidth</em> berguna untuk memberikan penilaian dari pengaruh <em>background interference</em> terhadap performansi CDMA pada setiap sel <em>site</em>-nya. Dengan dilakukan plot data-data tadi maka dapat ditunjukkan besar amplitudo dan frekuensi penginterferensi sebagai fungsi waktu sehingga dapat membantu untuk mengidentifikasi sumber penginterferensinya. Dari data itu maka bisa dilakukan sebuah tindakan atau metode untuk mengurangi interferensi tersebut.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bagusmahadityo.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bagusmahadityo.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bagusmahadityo.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bagusmahadityo.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bagusmahadityo.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bagusmahadityo.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bagusmahadityo.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bagusmahadityo.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bagusmahadityo.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bagusmahadityo.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bagusmahadityo.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bagusmahadityo.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bagusmahadityo.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bagusmahadityo.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bagusmahadityo.wordpress.com&amp;blog=2327568&amp;post=15&amp;subd=bagusmahadityo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bagusmahadityo.wordpress.com/2008/12/01/cdma-code-division-multiple-access/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/91ca04d5c0e323e52e91bb9594bb6f56?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bagusmahadityo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img126.imageshack.us/img126/1486/blokpemancardssszj9.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img352.imageshack.us/img352/7871/blokpenerimadsssfw6.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img212.imageshack.us/img212/6595/rumusbersc7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rumus BER</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img377.imageshack.us/img377/7393/rumus1ve3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img296.imageshack.us/img296/3791/ebzx6.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img60.imageshack.us/img60/5470/rumus2lo5.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img118.imageshack.us/img118/6105/63556464kq6.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img514.imageshack.us/img514/9849/nnbb9.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img525.imageshack.us/img525/8095/arsitekturcdmabw3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img528.imageshack.us/img528/2265/revchanneles1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img296.imageshack.us/img296/2338/boxjw3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img261.imageshack.us/img261/2803/omnilp8.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/BAGUS/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/BAGUS/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">*</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Search Music Multiply</title>
		<link>http://bagusmahadityo.wordpress.com/2007/12/30/search-music-multiply/</link>
		<comments>http://bagusmahadityo.wordpress.com/2007/12/30/search-music-multiply/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 05:51:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bagusmahadityo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial sharing]]></category>
		<category><![CDATA[multiply]]></category>
		<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[search]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bagusmahadityo.wordpress.com/2007/12/30/search-music-multiply/</guid>
		<description><![CDATA[Muahahahaha akhir2 ni lagi heboh2nya para pencari mp3 gratisan bingung (termasuk saya :d) gara2 nya multiply.com menghilangkan fitur search musicnya. Tapi jangan bingung berkepanjangan, coz multiply cmn ngilangin search musicnya doang, kita bisa mengakalinya kok. Here some tips to search and download music in multiply : 1 Pake mbah google. Dengan cara ?inurl:multiply.com/music? [artist] [title] [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bagusmahadityo.wordpress.com&amp;blog=2327568&amp;post=14&amp;subd=bagusmahadityo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left">Muahahahaha akhir2 ni lagi heboh2nya para pencari mp3 gratisan bingung (termasuk saya :d)</p>
<p align="left">gara2 nya multiply.com menghilangkan fitur search musicnya. Tapi jangan bingung berkepanjangan, coz multiply cmn ngilangin search musicnya doang, kita bisa mengakalinya kok. Here some tips to search and download music in multiply  :</p>
<p align="left">1 Pake mbah google. Dengan cara</p>
<ul>
<li><code>?inurl:multiply.com/music? [artist] [title]</code></li>
</ul>
<p align="left">        contoh  <code>: ?inurl:multiply.com/music? "gigi" "bisa saja"</code></p>
<ul>
<li>&#8220;judul lagu&#8221; artis site:multiply.com/music</li>
</ul>
<p align="left">          contoh : &#8220;kembalilah kasih&#8221; gigi site:multiply.com/music</p>
<ul>
<li>?intitle:index.of? mp3 “gigi&#8221;</li>
</ul>
<p>2. Pake script (khusus firefox user)</p>
<ul>
<li> buka site ini <a href="http://sliverz.freehostia.com/search.html" rel="nofollow">http://sliverz.freehostia.com/search.html</a></li>
</ul>
<ul>
<li>klik icon search di ujung kanan firefox</li>
</ul>
<ul>
<li> klik &#8220;Add Music&#8221;</li>
</ul>
<p><span class="insertedphoto"><a href="http://sliverz.multiply.com/photos/hi-res/upload/R3UgAAoKCpoAACSsLQM1"><img src="http://images.sliverz.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R3UgAAoKCpoAACSsLQM1/tuta.jpg?et=%2BLpuENayVkbiiL7H3UVDmA&amp;nmid=" class="alignmiddleb" border="0" /></a><br />
instalasi selesai!!..</span></p>
<ul>
<li><span class="insertedphoto">klik icon search di ujung kanan firefox</span></li>
</ul>
<p><span class="insertedphoto"><br />
</span></p>
<ul>
<li><span class="insertedphoto">pilih &#8220;music&#8221; (yang iconnya winamp)</span></li>
</ul>
<p><span class="insertedphoto"><br />
</span></p>
<ul>
<li><span class="insertedphoto">ketik musik yang dicari</span></li>
</ul>
<p><span class="insertedphoto"><br />
</span><span class="insertedphoto"><a href="http://sliverz.multiply.com/photos/hi-res/upload/R3UhWwoKCpoAADzLfR01"><img src="http://images.sliverz.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R3UhWwoKCpoAADzLfR01/tutc.jpg?et=z%2BqIDwo3%2Bd1gVlMjAiLPbg&amp;nmid=" class="alignmiddleb" border="0" /></a></span><span class="insertedphoto"><br />
</span><span class="insertedphoto"></span></p>
<p>(spesial thanx to http://sliverz.multiply.com)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bagusmahadityo.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bagusmahadityo.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bagusmahadityo.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bagusmahadityo.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bagusmahadityo.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bagusmahadityo.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bagusmahadityo.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bagusmahadityo.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bagusmahadityo.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bagusmahadityo.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bagusmahadityo.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bagusmahadityo.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bagusmahadityo.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bagusmahadityo.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bagusmahadityo.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bagusmahadityo.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bagusmahadityo.wordpress.com&amp;blog=2327568&amp;post=14&amp;subd=bagusmahadityo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bagusmahadityo.wordpress.com/2007/12/30/search-music-multiply/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/91ca04d5c0e323e52e91bb9594bb6f56?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bagusmahadityo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.sliverz.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R3UgAAoKCpoAACSsLQM1/tuta.jpg?et=%2BLpuENayVkbiiL7H3UVDmA&#38;nmid=" medium="image" />

		<media:content url="http://images.sliverz.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R3UhWwoKCpoAADzLfR01/tutc.jpg?et=z%2BqIDwo3%2Bd1gVlMjAiLPbg&#38;nmid=" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Unbounce email milis</title>
		<link>http://bagusmahadityo.wordpress.com/2007/12/30/unbounce-email-milis/</link>
		<comments>http://bagusmahadityo.wordpress.com/2007/12/30/unbounce-email-milis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 03:03:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bagusmahadityo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial sharing]]></category>
		<category><![CDATA[unbounce email milis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bagusmahadityo.wordpress.com/2007/12/30/unbounce-email-milis/</guid>
		<description><![CDATA[Kemaren 29/12/07, sempet dapet telp dari customer yg mengeluhkan tdk bisa terima email dari milis nya. Ada beberapa sebab email dari milis tdk bisa masuk : Email account anggota yang tidak valid lagi. Ada masalah di mail server tempat email account anggota tsb di-host (misal ISP, mail server kantor, penyedia jasa email). Ada masalah di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bagusmahadityo.wordpress.com&amp;blog=2327568&amp;post=10&amp;subd=bagusmahadityo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemaren 29/12/07, sempet dapet telp dari customer yg mengeluhkan tdk bisa terima email dari milis nya. Ada beberapa sebab email dari milis tdk bisa masuk :</p>
<ul>
<li> Email account anggota yang tidak valid lagi.</li>
<li> Ada masalah di mail server tempat email account anggota tsb di-host (misal      ISP, mail server kantor, penyedia jasa email).</li>
<li> Ada masalah di koneksi Internet sehingga YahooGroups tidak dapat mengirimkan      message ke mail server anggota.</li>
<li> Ada kemungkinan juga penyedia jasa email account anggota (ISP, mail server      kantor, etc) mem-blok message dari milis disebabkan karena komputer anda terjangkit      virus/worm. Untuk me-reset status &#8216;bouncing&#8217; tersebut silahkan langsung login      ke <a href="http://www.yahoogroups.com/myprefs" class="mLink">http://www.yahoogroups.com/myprefs</a>      menggunakan Yahoo ID yang anda punyai. dan klik unbounce.</li>
</ul>
<p>dalam kasus saya, si customer g bs trima email karena  ternyata yahoogroups mengganti iklan pada footer email yang dikirimkan ke suatu milis. Footer yang terekam pada log adalah &#8220;college-finder&#8221; nah string college-finder tersebut antispam kita mendeteksi sbg spam karena reputasicollege-finder.net yang kurang bagus di internet.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bagusmahadityo.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bagusmahadityo.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bagusmahadityo.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bagusmahadityo.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bagusmahadityo.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bagusmahadityo.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bagusmahadityo.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bagusmahadityo.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bagusmahadityo.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bagusmahadityo.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bagusmahadityo.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bagusmahadityo.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bagusmahadityo.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bagusmahadityo.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bagusmahadityo.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bagusmahadityo.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bagusmahadityo.wordpress.com&amp;blog=2327568&amp;post=10&amp;subd=bagusmahadityo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bagusmahadityo.wordpress.com/2007/12/30/unbounce-email-milis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/91ca04d5c0e323e52e91bb9594bb6f56?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bagusmahadityo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Internet Sharing</title>
		<link>http://bagusmahadityo.wordpress.com/2007/12/15/sharing-internet/</link>
		<comments>http://bagusmahadityo.wordpress.com/2007/12/15/sharing-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 08:33:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bagusmahadityo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial sharing]]></category>
		<category><![CDATA[internet sharing]]></category>
		<category><![CDATA[iptables]]></category>
		<category><![CDATA[langkah-langkah]]></category>
		<category><![CDATA[wi-fi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bagusmahadityo.wordpress.com/2007/12/15/sharing-internet/</guid>
		<description><![CDATA[INTERNET SHARING Apabila laptop kita mendapat akses jaringan internet wi-fi, dan kita ingin membagi / sharing koneksi internet dengan satu atau beberapa pc, apa yang harus kita lakukan? Tutorial ini dibuat sebagai demo tugas jaringan komputer dan sekaligus membagi pengetahuan kepada teman – teman yang belum mengerti internet connection sharing. I.Konfigurasi Implementasi Server Sistem operasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bagusmahadityo.wordpress.com&amp;blog=2327568&amp;post=5&amp;subd=bagusmahadityo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>INTERNET SHARING</p>
<p>Apabila laptop kita mendapat akses jaringan internet wi-fi, dan kita ingin membagi / sharing koneksi internet dengan satu atau beberapa pc, apa yang harus kita lakukan?<br />
Tutorial ini dibuat sebagai demo tugas jaringan komputer dan sekaligus membagi pengetahuan kepada teman – teman yang belum mengerti internet connection sharing.</p>
<p>I.Konfigurasi Implementasi</p>
<p>Server<br />
Sistem operasi ( Ubuntu 7.10 Gutsy Gibon )<br />
IP Address : 202.154.57.99<br />
Subnet Mask : 255.255.255.192<br />
DNS : 202.154.57.34<br />
IP Address wireless : 10.10.10.19</p>
<p>Client<br />
Sistem operasi ( Debian )<br />
IP Address : 202.154.57.112<br />
Subnet Mask : 255.255.255.192<br />
DNS : 202.154.57.34<br />
Default Gateway : 202.154.57.99</p>
<p>Media<br />
Wifi<br />
Kabel Cross ( if laptop to pc / pc to pc ) in this case, we use cross cabel <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
HUB, Kabel Straight (if pc to hub then share to others pc)</p>
<p>II.Langkah-langkah percobaan</p>
<p>1.Setelah laptop server connected ke HotSpot server, maka laptop akan mendapat ip wireless (10.10.10.19) atau eth1 dari hotspot server. Lakukan setting network di server dan client, samakan subnetmask dan dns, arahkan gateway client menuju ip server.</p>
<p>2. Untuk menjadikan laptop sebuah server, perlu konfigurasi iptables dan ip forwarding agar paket dari server dan client bisa masuk-keluar.3. Server browsing ke alamat yang ingin dituju,  misalkan www.its.ac.id maka browser secara otomatis akan mengarahkan ke portal hotspot login.</p>
<p>4. Setelah server login, maka pc klien yang notabene tidak mempunyai wi-fi pun dapat login ke 	portal hotspot. Tes ping dulu untuk memastikan sudah terhubung.</p>
<p>III. Kesimpulan dan Saran</p>
<p>1. Berdasarkan beberapa percobaan yang kami lakukan, terdapat beberapa tipe hotspot atau versi mikrotik yang berbeda, ada yang mengijinkan lebih dari 1 session, sehingga klien tidak perlu login di portal hotspot, ada pula yang hanya mengijinkan 1 session saja, sehingga klien pun harus login dengan account yang berbeda.<br />
2. Percobaan Internet Connection Sharing dengan Windows sebagai server lebih mudah. Cukup<br />
masuk ke control panel dan klik kanan pada jaringan yang akan di-share lalu klik Properties -&gt; Advance-&gt;Internet Connection Sharing beri tanda Check “Allow other network users to connect through this computer’s Internet connection”. dan “Allow other network users to control or disable the share internet connection”. lalu klik OK. Dan jangan lupa konfigurasi jaringan pada server dan client.</p>
<p>lebih jelasnya bisa download pdf nya ^^<a href="http://bagusmahadityo.files.wordpress.com/2007/12/sharing-inetbagus.pdf" title="Sharing internet">Sharing internet</a></p>
<p><a href="http://bagusmahadityo.files.wordpress.com/2007/12/sharing-inetbagus.pdf" title="sharing inet" target="_blank">download file pdf disini<img src="http://www.uploadhouse.com/fileuploads/916/9163126da78b7e6de1d80ee98fb98d69b355d0.jpg" height="22" width="22" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bagusmahadityo.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bagusmahadityo.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bagusmahadityo.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bagusmahadityo.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bagusmahadityo.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bagusmahadityo.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bagusmahadityo.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bagusmahadityo.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bagusmahadityo.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bagusmahadityo.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bagusmahadityo.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bagusmahadityo.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bagusmahadityo.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bagusmahadityo.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bagusmahadityo.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bagusmahadityo.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bagusmahadityo.wordpress.com&amp;blog=2327568&amp;post=5&amp;subd=bagusmahadityo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bagusmahadityo.wordpress.com/2007/12/15/sharing-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/91ca04d5c0e323e52e91bb9594bb6f56?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bagusmahadityo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.uploadhouse.com/fileuploads/916/9163126da78b7e6de1d80ee98fb98d69b355d0.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
